Overpricing pada Perusahaan Nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia

  • Edi Pranyoto IIB Darmajaya
  • Susanti Susanti
  • Intan Kartika Sari
Keywords: Profitabilitas, Kondisi pasar, Alokasi Dana IPO, Overpricing

Abstract

Terdapat 213 perusahaan nonkeuangan yang melakukan IPO mulai tahun 2010 sampai tahun 2018, dan perusahaan yang mengalami Overpricing terdapat 23 perusahaan atau sebesar 11% memberikan return awal (initial return) yang negatif. Tahun 2013 menjadi tahun terbanyak yang mengalami overpricing. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham pada saat penawaran perdana dapat dikatakan mahal atau tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kondisi pasar, financial laverage, profitabilitas dan alokasi dana IPO terhadap overpricing pada perusahaan nonkeuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian menggunakan perusahaan nonkeuangan tahun selama 8 tahun berjumlah 213 perusahaan dengan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling method dan terpilih sebanyak 20 perusahaan. Teknik analisis yang dipilih adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi pasar, financial laverage dan alokasi dana IPO tidak berpengaruh terhadap overpricing, sedangkan variabel profitabilitas berpengaruh terhadap overpricing. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi profitabilitas perusahaan menunjukkan tingginya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba sehingga dapat dilihat investor sebagai perusahaan yang menguntungkan. Hal ini dapat mengurangi ketidakpastian IPO dalam menentukan harga saham yang wajar sehingga dapat menurunkan tingkat overpricing.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-31