BERMAIN BULUTANGKIS BAGI USIA LANJUT (ANALISIS DARI SUDUT PANDANG FISIOLOGI OLAHRAGA)

  • Nanang Kusnadi Universitas Siliwangi Tasikmalaya
Keywords: Bulutangkis, fisiologi, lansia

Abstract

Permainan bulutangkis dipandang dari presfektif fisiologi olahraga memiliki karakteristik gerakan aerobik dan anaerobik yang relatif seimbang tergantung dari karakter atau tipe bermain atlet dan lawan yang dihadapi. Unsur anaerobik yang ada dalam permainan bulutangkis menuntut kemampuan fisik yang baik dari pelakunya. Secara fisiologis, tidak dianjurkan bagi usia lanjut untuk aktif bermain bulutangkis. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kejadian lansia yang mengalami cedera fatal (meninggal) pada saat bermain bulutangkis dan sesaat setelah selesai bermain bulutangkis. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana mengelola diri sendiri pada saat bermain bulutangkis. Lansia harus betul-betul mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan sebelum, pada saat dan setelah bermain bulutangkis.

Published
2018-02-22
How to Cite
Kusnadi, N. (2018, February 22). BERMAIN BULUTANGKIS BAGI USIA LANJUT (ANALISIS DARI SUDUT PANDANG FISIOLOGI OLAHRAGA). Motion: Jurnal Riset Physical Education, 8(2), 167-181. https://doi.org/https://doi.org/10.33558/motion.v8i2.220