QIYAS DALAM PEMIKIRAN IBNU TAIMIYAH

  • Achmad Sulton Faishol Program Studi Hukum Keluarga, Universitas Islam 45
  • Yoyo Hambali
  • Oni Wastoni Program Studi Hukum Keluarga, Universitas Islam 45
Keywords: Qiyas, Islamic Law, Ibn Taimiyah Thought

Abstract

The purpose of this study is to find out Qiyas in Islamic law and Qiyas in ibn Taimiyah thought. This research method is a qualitative method used so that research activities can be carried out in a directed and rational way to achieve optimal results. The type of research carried out is library research, with the approach used in this study is a normative approach. The result of this research is that the Sahih Qiyas are Qiyas that are in line with the texts, the texts never contradict Qiyas, in the Shari'ah there is no case that contradicts the Qiyas, ijtihad must be carried out correctly, in accordance with standard rules, so that the law produced can be accounted for. From the discussion in the previous chapters it can be said as follows: Qiyas in Islamic law is a solution offered for various legal cases that are not explicitly stated in the arguments in Islamic law sources. In order to fulfill the needs of Islam as a true and perfect teaching, obey the scholars to carry out and carry out everything, as well as judge by law and give everything to Allah and fatwas through everything through fatwas of various levels of ijtihad which are carried out continuously with full sense of responsibility.

References

Abdul Azim Islahi, Konsepsi Pemikiran Ibnu Taimiyah, (London: The Islamic Fondation, 1998 M), Cet., 1, 89.
Abdullah Umar.articel,Kilas Balik Teoritis Fiqh Islam, (Kediri : PP Lirboyo, 2005), 131.
Abu daud sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani, Sunan Abi Daud. Beirut, Libanon,1971,Dar Al-Kotob Al-ilmiyah. Haditst 3592. Jilid dua, 510.
Abudin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2000), 212.
Ahmadie Thaha, Ibnu Taimiyah;Hidup dan Pikiran-PikiranNya, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1982), Cet. ke-1, 17.
Ali ‘Imran, 19. Al-Qur’an Transliterasi Latin Dan Terjemah Per Ayat, Cordoba, (Bandung), Februari 2018, 86.
Al-Ma’idah, 3. Al-Qur’an Transliterasi Latin Dan Terjemah Per Ayat, Cordoba, (Bandung), Februari 2018, 183.
Al-Qur’an Transliterasi Latin Dan Terjemah Per Ayat, Cordoba, (Bandung), Februari 2018, 149.
Anton Bakker, Metode-Metode Filsafat, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998), 1.
Arifana Nur Kholiq, Relevansi Qiyas Dalam Istinbath Hukum Kontemporer, Jurnal Studi Hukum Islam, Vol. 1, No. 2, Juli-Desember 2014, Issn: 2356-015, 175-176.
DR. Nasrun Haroen, MA. Ushul Fiqh. Pamulang: PT. Logos Wacana Ilmu. 1997. Cet. Kedua, 66.
Dr.Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’ Sejarah Legalitas Hukum Islam, Jakarta, 2018,cet.5. AMZAH, 171.
Dr.Wahbah Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islâmi, Dar al-Fikr, Damsyiq, juz. II. 2005, 577.
DRS.M.Sabarudin Nasir, Makalah qiyas dan permasalahannya, UNIVERSITAS Darma Persada Jalan Raden Inten Pondok Kelapa Jakarta Timur, 9.
Faisar Ananda Arfa, Metodologi Penelitian Hukum Islam,(Jakarta: Kencana, 2016), 87.
Henri Laoust, essai sur les Doctrines Socialies et politiques de taki-d-Din b.Taimiya (kairo: imprimerie de I’nsitut Francais d’Archeologie orientale), 10 (1939), 551.
HR. Al-Bukhari dalam pembahasan tentang adab (6124) dan Muslim dalam pembahasan tentang minuman (1733/70,71) dengan lafadz yang berbeda.
Iamam Sopingi, Studi Analisis Qiyas Imam Syafi'i Dalam Istinbath Hukum,(Stain) Tulungagung, 2009, 89
Ibnu taimiyah, Jami’ul masa’il, Beirut: Dar Ibnu Hazm, Libanon, 2019, 220.
Jalal as-suyuthi, syarh al-kawkab as-sathi’,Vol, II, 440.
Majid nurcholis, ibn taimiyah tentang kalam dan falsafah, Jakarta, Nurcholish Majid Society, 2020, 51.
Muhammad bin Idris al-Syafi’i, al-Risalah, (Beirut : Maktabah al-Ilmiah, tt), 477.
Muhammad Sofi Zihan, jurrnal, Qiyas sebagai Sumber Pembentukan Hukum Islam, An-Nahdlah, Vol. 6 No. 1 Oktober 2019, 105.
Muhammad Yusuf Musa, Ibnu Taimiyah, Mesir, 2015, Hindawi, 128.
Muhd. Farabi Dinata, Qiyas Sebagai Metode Penetapan Hukum Islam, (STAISAR), Aceh Singkil, 174.
Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan, al-Wajiz fiy Ushuli al-Fiqh, Muassisatu al-Risalah, Beirut, 1996, 195.
Santri salaf team, Juam’u al-Jawami’ Kajian dan Penjelasan Dua Ushul, Santri Salaf Press, Lirboyo, 2004, 89.
Selama pemegang kekuasaan berpegang pada kitab Allah dan Sunnah Rasul
Sirajuddin ‘Abbas, I’tiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah, (Jakarta: Pustaka Tarbiyah, 1989), Cet. ke-15, 261.
Skolatik : Arti KBBI/adalah sistem logika, filsafat dan teologi para sarjana abad pertengahan atau orang terpelajar abad ke – 10 hingga abad ke – 15, berlandasan logika aristoteles dan tulisan para ahli AGAMA kristen dari zaman permulaan AGAMA.
Syaikhul Islam Ahmad Taqiyyudin Ahmad binTaimiyah al-Hurani, Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, ed, Misbah, Jakarta: pustaka azzam, 2013, cet I, VII, 1.
Syaikhul Islam Taqiyuddin Ahmad Ibnu Taimiyah, Majmuk Fatawa, Darul Hadits – Al Qahirah, jilid 10, 2014, 437.
Syarh Al-Waraqat, santri salaf press, lirboyo, kota kediri, 2016, 170.
Syeikh ahmad bin abdul latif al-khatib,An-Nafahat Ala Syarhil Waraqat. Surabaya: Al Haromain, 138.
Tajuddin ‘Abdul Wahab al-Subki, Jam’u al-Jawani, Dar al-Fikr, Beirut, 1974, 177.
Tasykik adalah menjadikan ungkapan yang satu-satunya tidak sama, seperti hitam dan putih.
Tesis metode istinbath hukum Ibnu Taimiyah tentang akad dan implementasinya dalam jual beli kontemporer, INSTITUT AGAMA Islam Negeri Antasari Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah Banjarmasin 2016, BAB IV, 115.
Winarno Surakmad, Pengantar Penelitian-Penelitian: Metode,Teknik, cet. Ke-5 (Bandung: Tarsito, 1994), 139-140.
Yasin, Pemikiran Hukum Islam Ibnu Taimiyah, 2010, Jurnal Al-Syir’ah Vol. 8, No. 3.
Published
2022-06-09