Mahar Perspektif Ulama Kontemporer (Studi atas Pemikiran Muhammad Syahrur dan Wahbah az-Zuhaili)

  • Riyan Erwin Hidayat Institut Agama Islam Negeri Metro
  • Moelki Fahmi Ardliansyah Institut Agama Islam Negeri Metro
  • Musyaffa Amin Ash Shabah Program Studi Hukum Keluarga, Universitas Islam 45
Keywords: Dowry, Marriage, Women's Rights

Abstract

Abstrak : Mahar ialah sesutu yang harus diberikan oleh calon suami kepada calon istri. Islam menghargai serta memperhatikan kedudukan atau posisi perempuan dengan memberikan hak kepadanya, di antaranya adalah hak untuk menerima mahar. Mahar bisa disebut juga sebagai imbalan/shadaq yang diberikan dalam Perkawinan, karena sebagai tanda ketulusan maksud dari suami untuk menikahi isterinya. Para ulama berbeda pandangan mengenai makna dan arti penting mahar pada sebuah perkawinan. Ulama kontemporer seperti Muhammad Syahrur dan Wahbah az-Zuhaili juga memiliki pandangan yang berbeda. Pada tulisan ini mencoba untuk menggali atas pemikiran kedua ulama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kepustakaan dan menggunakan teknik dokumentasi, yakni dengan mencari serta mengumpulkan bahan data dari referensi terkait mengenai teori-teori dan konsep-konsep terutama tentang mahar dalam perspektif Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Syahrur. Kemudian dianalisa dengan metode Deskriptik-Analitik untuk menggambarkan pemikiran kedua ulama tersebut. Penelitian ini menujukkan bahwa Muhammad Syahrur menjelaskan bahwa memberikan mahar merupakan bagian dari yang ditentukan oleh Allah, sedangkan jumlah nilai yang diberikan disesuaikan dengan adat kebiasaan yang berlaku di lingkungan tertentu dan tergantung sesuai dengan kemampuan manusia. Sedangkan Wahbah az-Zuhaili dalam kitab al Munir menjelaskan bahwa seorang suami wajib untuk membayar mahar dengan penuh kerelaan. Namun, jika istri memberikan sebagian maharnya kepada suami dengan suka rela, maka suami boleh mengambil sebagai suatu hal yang baik.

Kata Kunci : Mahar, Perkawinan, Hak Perempuan

References

Ali, Zainudin. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
al-Jaziriy, Abdurrahman. al-Fiqh 'ala Mazzahib al-Arba'ah, Juz 4. Mesir: Dar al-Irsyad, t.thn.
al-Kahlani, Muhammad Ismail. Subulus as-Salam, jilid 3. Bandung: Dahlan, t.thn.
al-Maraghi, Ahmad Musthafa. Tafsir al-Maraghi. Semarang: PT.Karya Toha Putra, 1993.
Amrullah, Abdul Malik Karim. Tafsir al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
an-Nawawi, Imam. Syarah Shahih Muslim. Jakarta: Pustaka Azzam, 2011.
Azzam, Abdul Aziz Muhammad, dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas. Fiqh Munakahat. Jakarta: AMZAH, 2011.
Ghazali, Abdur Rahman. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana, 2003.
Kamal, Abu Malik bin Sayyid Salim. Fiqih Sunnah Untuk Wanita. Jakarta: al-I'tishom Cahaya Umat, 2007.
Kementerian Agama RI. Alqur'an dan Terjemah. Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2012.
Mackinnon, Catherine A. “Feminism, Marxism, Method, and the State: An Agenda for Theory.” Signs, Vol. 7, No. 3, Feminist Theory,The University of Chicago Press, (Spring, 1982),: 515-544.
Mughniyah, Muhammad Jawad. Fiqih Lima Mazhab, Terj. Afif Muhammad. Jakarta: PT. Lentera Basritama, 2001.
Masyrofah, Musyaffa Amin Ash-Shabah, Nahrowi Nahrowi, Masyrofah. Dowry Amount in Aceh-Indonesia and Selangor-Malaysia: Between State Regulations and Customs, dalam jurnal Ahkam, Vol 21, No 2 (2021). DOI: 10.15408/ajis.v21i2.19673, h. 327
Nasution, Khoirudin. Hukum Perkawinan 1. Yogyakarta: Academia, 2005.
Qaradhawi, Yusuf. Hadyu al-Islam Fatawa Muasyiroh, Jilid 1. Libanon Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1988.
Quthb, Sayyid. Tafsir Fi Zhilalil-Qur'an, Jilid 4. Jakarta: Gema Insani Press, 2001.
Syahrur, Muhammad. al-Kitab wa al-Qur'an: Qira'ah Mu'asirah. Kairo: Sina lil al-Nasr, 1992.
—. Dirasah Islamiyah Mu'asharah Nahw Ushul Jadidah li al-Fiqh al-Islami (terj.), Sahiron Syamsuddin, Metodologi Fiqh Islam Kontemporer. Yogyakarta: eLSAQ, 2004.
Zuhaili, Wahbah. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Jilid 7. Damaskus: Dar al-Fikr, 1989.
—. at-Tafsirul -Munir: fil-'Aqidah Wasy-Syarii'ah wal Manhaj. Jakarta: Gema Insani, 2013.
—. Fiqih Imam Syafi'i, Jilid 2. Jakarta, 2010.
—. Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Juz 4. Beirut: Dar al-Fikr, t.thn.
Published
2022-06-09