PENGGUNAAN VARIASI PH AIR (ASAM) PADA KUAT TEKAN BETON NORMAL F’C 25 MPA

  • Srikirana Meidiani
  • Muhammad Farsyah Septa Hartawan
Keywords: Kuat Tekan , pH Air, Asam, Beton

Abstract

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan beton, karena air bereaksi dengan semen akan menjadi pasta pengikat agregat. Pada pekerjaan pembuatan beton, air yang digunakan haruslah air dengan pH netral dengan nilai 7. Pada daerah pedalaman sangat susah mendapatkan air yang bersih, para kontraktor biasanya membuat sumur atau menggunakan sungai yang ada pada daerah tersebut. Air yang didapat pada sumur dan sungai bisa jadi ber pH Asam ataupun Basa, sehingga air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap mutu atau kualitas beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan variasi pH Air terhadap mutu atau kualitas beton akankah terjadi penurunan atau malah sebaliknya, dan variasi pH air yang digunakan yaitu pH 4, 5, dan 6 yang termasuk pH asam. Sebagai pembanding adalah beton normal dengan pH air 7. Penelitian dilakukan di Laboratorium Beton dan Teknologi Bahan Fakultas Teknik Universitas IBA Palembang. Benda uji yang digunakan adalah kubus dengan panjang 15 cm dan lebar 15 cm, dengan jumlah sampel/ spesimen 3 buah untuk masing – masing variasi. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari setelah dilakukan perawatan (curing). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan variasi pH air menghasilkan penurunan terhadap nilai kuat tekan. Kuat tekan beton normal pH air 7 yaitu 25.96 Mpa sedangkan kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 4 yaitu 20.32 MPa turun 21.71%. Kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 5 yaitu 20.87 MPa turun 19.58%, dan kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 6 yaitu 22.01 MPa turun 15.21%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 03-1969-1990.25.9622.0120.8720.320102030Ph 4Ph 5Ph 6Ph 7Kuat Tekan Beton (MPa)Variabel Benda UjiKuat Tekan Beton
_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. SNI03-1970-1990.
_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Kadar Air Agregat. SNI 03-1971-1990.
_________, 1991, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. SNI 03-2417-1991.
_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SNI 03-1974-1990.
_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Slump Beton. SNI 03-1972-1990.
_________, 1990, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Halus dan kasar. SNI 03-1968-1990.
_________, 1993, Departemen Pekerjaan Umum. Pusjatan –Balitbang. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI 03-2834-1993.
_________, 1990,SK SNI T-15-1990-03, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, Yayasan LPMB, Bandung.

Fahirah,F, 2007,Korosi pada beton bertulang dan pencegahannya. Jurnal SMARTek, Vol.5, No.3, Agustus2007 : 190 –195.

Kurniawandy, Alex , Dkk, 2012, Pengaruh Intrusi Air Laut, Air Gambut, Air Kelapa dan Air Biasa Terhadap Kuat tekan Beton Normal. Jurnal Sains dan Teknologi 11 (2), September 2012 : 51-58.

Matahelumual, Bethy Carolina, 2007, KorosifitasAir Terhadap Fondasi Beton, Kasus di Daerah Tapin, Kalimantan.Jurnal Geologi Indonesia, Vol 2 No.2 Juni 2007 : 69 –72.

Mulyono, Tri, 2005,Teknologi Beton.Edisi II, ANDI,Yogyakarta
Murdock,L.J. & K.M. Brook. 1991. Bahan dan Praktek Beton. Edisi Keempat, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Putra, Ariansyah Sapta, 2016,Pengaruh Pemakaian Bahan Tambah Kimia (Superplasticizer SP430) Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Kombinasi Agregat,Universitas IBA, Palembang.

Toruan, Salmon Lumban, 2016,Pengaruh Penggunaan Kombinasi Agregat terhadap Kuat tekan Beton K-275. Universitas IBA, Palembang.
Published
2018-02-19