PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT KASAR YANG MEMPUNYAI NILAI ABRASI LEBIH BESAR DARI 40% TERHADAP PERILAKU BETON ASPAL

  • Sulistyoati .
  • Sri Nuryati

Abstract

Jalan raya merupakan prasarana transportasi yang sangat diperlukan dalam penunjang berbagai sektor
pembangunan dan mempermudah hubungan antar wilayah. Pemilihan bahan sebagai lapis permukaan perlu
dipertimbangkan terhadap kualitas dan umur rencana serta fungsi dari jalan itu sendiri. Mutu bahan perkerasan untuk
lapis permukaan perkerasan jalan aspal beton (Asphalt Concrete, AC) dikerjakan secara panas (hot mix) baik pada
proses pencampuran, penghamparan dan pemadatannya merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai abrasi (keausan) agregat kasar terhadap nilai density (kerapatan campuran),
prosentase rongga (void in the mix, VITM), prosentase nilai void filled with asphalt (VFWA), nilai kelelehan (flow),
stabilitas perkerasan, dan quotient marshall (QM) pada penggunaan agregat kaasar yang mempunyai nilai abrasi lebih
besar dari 40% dengan penggujian Marshall tes di laboratorium.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai abrasi agregat kasar sebesar 39,578%, sedangkan hubungan
antara nilai abrasi agregat kasar terhadap nilai kerapatan (density) sebesar 2,392 gr/cm3, nilai VITM sebesar 4,715 %,
nilai VFWA sebesar 53,5525 %, nilai stabilitas sebesar 1205,99 kg, nilai kelelehan (flow) sebesar 3,7625 mm, dan nilai
QM sebesar 5,59875 (KN/mm).Hal ini menunjukkan bahwa prosentase rongga (VITM) dan nilai stabilitas perkerasan
dalam campuran aspal masih aman digunakan berdasarkan syarat standar Bina Marga.

Published
2018-06-08